Untuk Kai
Tulisan ini ditujukan kepada seseorang yang bernama Kai
Jika september menjadi bulan yang indah didalam keluarga ini dengan hadirmu… maka semoga kelak kau benar benar membuat kehidupan keluarga ayah dan ibumu dengan hadirmu menjadi indah.. tulisan ini dengan sadar aku tuliskan untukmu semoga tulisan ini tetap bertahan hingga suatu saat kamu dewasa untuk membacanya.
Taukah kamu jika waktu waktu yang telah berlalu hingga aku memutuskan membuat tulisan ini cukup berat untuk aku lalui? Tahun ini aku menjadi anak tingkat akhir namun, banyak suasana yang sangat sulit untuk dapat kukelola dengan baik. Aku bahagia dengan hadirmu akan tetapi jika boleh mengembalikan moment disaat aku menolak ayah dan ibumu bersatu, bukannya jahat namun aku ingin menghindari segala kemungkinan kemungkinan yang telah aku pikirkan di otak ini, aku tidak ingin menemukan sebuah titik dimana muncul suasana percekcokan diantara ayah dan ibumu. cukup banyak hal yang kulalui tidak baik sejak aku kecil, namun setelah dewasa ini semakin membaik aku ingin disaat seperti ini aku diperhatikan, diurus, dihargai, karena masa ini sangat sulit bagiku. Tapi setelah ayah dan ibumu akhirnya bersatu karena suaraku tak cukup untuk mengungkapkan penolakan ini aku hanya berharap tolong saling menjaga agar ibuku tak menghabiskan waktu yang banyak untuk mengurus masalah orangtuamu kelak.Aku tidak dapat berbuat banyak karena tidak berhak, tapi semua impact dari setahunan ini selalu terdengar ditelingaku hingga membuat sebagian otakku menyisikan bagian untuk memikirkannya dan membuatku marah tapi tidak mampu mengungkapkannya. Bukan masalah besar tapi sepele ya selalu berulang aku mendengarnya karena ibuku adalah tempat berbagi orangtuamu.. aku telah menerima bahwa mereka telah bersatu dan sedang mengandungmu saat itu namun aku membenci disaat telingaku selalu mendengar kegelisahan, kecemasan aku selalu memilih kembali kekamar tidurku dan belajar disana, tapi saat itu rumah baru ini tak seperti rumah pertama yang dimana ruang satu dengan lainnya masih cukup untuk menghilangkan suara agar tidak terdengar, karena itu jika pintu pun kututup aku malah semakin jeli mendengar nya padahal aku sakit hati mendengar itu semua. Singkat cerita Ketika kamu ingin hadir didunia ini, malam hari setelah ibuku mengoleskan minyak karena kuminta ibuku ditelpon untuk menemani ibumu semalaman, aku dan seisi rumah tidak tenang hingga suasana pagi aku berharap mendengar bahwa kamu telah lahir ternyata belum, hingga setengah hari berlalu aku menatap layar laptopku namun pikiran kesana kemari. aku memang tidak bertanya tapi aku mendengar sudah bagaimana keadaan ibumu. pukul 11 pagi ibuku pulang kerumah dan akhirnya memutuskan ibumu dibawa kerumah sakit hingga dipukul 2 siang kamu telah lahir dengan operasi melalui telepon.. aku senang dan lega apalagi kamu laki-laki berlipat ganda kebahagiaan itu. aku bisa melanjutkan tugas tugasku sorenya dengan tenang..
2–3 hari ibuku selalu bolak balik kerumah sakit untuk berjaga gantian, bahkan minggu pagi ayahku juga ikut melihatmu karena kan kamu membawa bahagia dikeluarga ini dan dihari itulah aku mengetahui bentuk wajahmu, hidungmu mancung ternyata menerimanya melalui foto digrup keluarga. aku tidak punya waktu ikut karena kesibukan kuliahku ibu berkata bahwa nanti melihatmu saat pulang saja… ya aku ingin menggendongmu tapi pertama sekali setelah balik dari rumah sakit aku kesana bahkan aku hanya melihatmu sekilas dan sibuk lalu pulang, aku kesal saat itu. kedua kalinya aku berani untuk ikut lagi namun sama lagi aku hanya melihatmu sekilas dan aku juga kesal dengan keadaan saat itu hingga hanya dari foto sajalah aku bisa menatapmu aku gemas sekali ingin menggendongmu. tapi kembali lagi banyak lisan yang kudengar yang kurang enak untuk diperdengarkan jadi semakin bertumpuk rasa benciku. aku tidak ingin pergi ketempat itu lagi untuk melihatmu, cepatlah besar agar kamu bisa dibawa kai kerumah ini. kamu perlu tahu jika ibuku dan kakak ku bergantian untuk menjaga dan melihatmu setiap malam dan kami tinggal dirumah dengan adikku. hingga tiba disebuah keadaan yang lagi lagi memperburuk suasana dan membuatku membenci semua orang. malam harinya aku menuliskan tulisan ini, aku meluapkannya ditulisan ini. Sudah perhatian sedang terpusat semua denganmu, aku diabaikan mungkin karena merasa setelah 3 tahun ini aku berhasil bertahan dan berjuang dititik ini jadi mereka tidak percaya lagi bahwa aku merasa sulit, resah dan sangat mencemaskan banyak hal. biarlah semua ini terjadi agar ini membuktikan bahwa aku benar benar disuasana darurat lalu diabaikan, aku menangis dan menangis dan aku mulai menjadi toxic, aku membenci banyak hal, tapi aku sendiri.. aku tidak tahu apakah ini akan berlalu atau ini yang membawaku berlalu dari semua ini.
kai,,,, aku menyayangimu, aku senang dengan hadirmu akan tetapi hadirmu membuat banyak hal dan perasaan kacau dihatiku memang sudah menjadi perantaraan satu dengan yang satu. kai jika kamu bisa bertumbuh kelak dan menjadi besar dan mengerti sayangi ibumu ya, meskipun aku bukan sahabat bagi ibumu tapi gejolak ku paling tidak menerima jika ada menyindir dan menyakitinya. berbaktilah kelak, banyak hal pahit yang telah dilalui ibumu sejak berkeluarga hingga kamu hadir dan diberi nama keluarga ini Kai yang artinya kamu itu kekuatan dan perjuangan. dengan hadirmu dirahim ibumu kamu menguatkannya dimasa sulit, bertahan untuk memperjuangkanmu. sejatinya orangtua tetaplah yang terbaik bagi anak namun lebih sayanglah pada ibumu. kai… sampai didetik ini aku ingin sekali menggendongmu tapi apa boleh buat, aku membenci keadaan ini…. aku hampir menyerah saat ini karena aku benar benar sendiri. kai oh kai baik baik kau ya :)