Kembalikan, Senyumku yang Pergi
Teriak didalam diri bukan berarti mulut tak mampu mengucapkan kata kata. Tetapi, apalah makna kehidupan ini jika kita tidak mengambil sedikit jeda atas semua penat yang berlalu lalang menemani hari yang kelabu ini.
Meskipun begitu kita jelas memahami makna dari perjalanan setiap kita hingga di waktu ini. Kita tahu Tuhan turut bekerja untuk mendamaikan setiap suasana hati. Kedamaian itu akan datang untuk meneduhkan hati
Waktu lalu diawal april aku memiliki pergumulan secara berkala, aku sedih dan aku menangis dengan memeluk tubuhku dikamar asramaku. Awalnya aku menangis dengan diam, tetapi jika ini memang sangat menyakitkan aku tidak akan malu jika aku harus menangis dengan suara, hal ini berani kulakukan karena hanya seorang aku didalam kamar. Akhirnya aku menangis dengan suara yang lumayan dan gemetar, aku mengelus dadaku sendiri, menyakinkan diriku bahwa aku bisa melalui keadaan sulit ini meskipun aku sendiri, disalahpahami, dijauhi, yang mana kondisi saat itu ada hal yang membuat aku harus menetap diasrama saat libur paskah empat hari berturut dan salah satu hari itu aku berulang tahun ke 22. Aku mengerti bahwa ketika kamu membaca ini kamu pasti bertanya, pergumulan seperti apa yang membuatmu menangis?
Aku kehilangan posisi yang seharusnya mereka menjadi teman, disalahkan karena sebuah tanggapan yang kuberikan digrup chat dan mengimbas kepada orang lain, tapi yang jelas itu bukanlah tujuanku. Didekap waktu karna saat itu hanya adik kamarku saja yang menjadi teman berhari-hari dan aku bersyukur saat itu. Tanpa bertujuan akan menjadi masalah tetapi akhirnya menjadi salah, dan jikapun itu menjadi alasan dari beberapa pihak hingga menyakitkan bagi orang lain, bagiku sendiri aku tidak pantas melakukan hal — hal spam dengan perkataan yang kurang sopan, aku tahu itu karena emosi dari orang tersebut. Mengingat seminggu sebelumnya juga ada sebuah masalah kecil, dan masalah ini datang, semua memang menyakitkan dan membuat hari sedikit buram untuk bisa dilalui
Aku berkata dan menangis saat itu seolah olah sedang mengadukan semua itu kepada Tuhan, hingga akhirnya aku lega, aku mendapat kekuatan baru untuk menjalani hari baru