Kilas Balik Tahun 2022
Kilas Balik Tahun 2022 part 1
Akhirnya, tiba dibulan akhir tahun 2022. Sungguh terharu atas kebaikan dan kemurahan Tuhan yang tidak henti hentinya membantu saya bertahan hingga saat ini. Setiap berkat yang tiada ternilai dan mampu menjadikan diri saya lebih kuat dari perjalanan yang berhasil dilalui hingga saat ini. Kilas balik 2022 ini saya tuliskan untuk membantu saya mengingat kembali bahwa kasih yang nyata telah menyelamatkan hidup saya dari keputusasaan, kekecewaan, penyesalan, sehingga memperoleh kekuatan yang senantiasa ada untuk menerima, menjalani dan mengiklaskan setiap kisah hidup.
Tahun 2022, masih teringat bagaimana saya bahkan tidak mampu meminta kepada Tuhan atas apa yang ingin diraih ditahun ini dimalam pergantian tahun. Saya sangat lemah, pada saat itu pikiranku hanya mengingat bahwa tahun 2022 yang kunantikan ini tidak akan menjadi tahun yang begitu indah untuk dijalani, karena saya tahu saya tidak bisa wisuda tepat waktu tahun itu. Saya hanya mengucapkan beberapa kata didalam hati, ‘apapun yang akan kuhadapi tahun ini, semoga hati bisa iklas dan tidak kehilangan arah’ karena, saya tidak bisa menghapus tahun ini tetapi bisa mengubah pandangan ku untuk menjalani tahun ini.
Januari, kulalui dengan libur panjang karena teman temanku melaksanakan seminar, tetapi pikiran ku tetap gundah bagaimana untuk keputusan yang akan kupilih disemester baru. Akhir bulan saya berdiskusi dengan dosen wali dan akhirnya mendapatkan sebuah keputusan
Februari, tetap mengikuti perkuliahan dengan online, namun sudah tersebar informasi perencanaan masuk kampus untuk mahasiswa tingkat akhir saat itu.
Maret, dengan bangga akhirnya saya bisa melaksanakan seminar. Hidup saat itu memiliki sisi lebih terang untuk bertahan hidup dari sebelumnya.
April, umurku bertambah menjadi 21 tahun dan akhirnya bisa menyelesaikan karantina dan masuk kampus karena telah menjadi mahasiswa tingkat akhir. sayapun juga mensyukuri hal ini, karena bisa jadi tidak memiliki kesempatan ikut masuk kampus saat itu apabila tidak melewati bulan maret tadi.
Mei, sangat bahagia rasanya kembali bertemu melihat wajah teman teman, menjalani kehidupan yang sudah 2 tahun berhenti didalam kampus dan tinggal diasrama.
Juni, semua tetap indah meskipun banyak hal yang selalu membuat saya overthinking terkait masa depan, terkait ketertinggalanku. Disini saya sangat berupaya mencapai sesuatu untuk studi, meskipun kadang saya juga merasa sendiri dan hanya mengupayakannya
July, banyak motivasi dipertemukan menjadikan sandaran untuk tetap bertahan dari banyaknya isi kepala. disini sayapun menyadari setengah tahun telah berlalu dan yas! saya bertahan dan berhasil melaluinya dengan baik
Rentang april ke july, bahkan mulai 2022 berjalan perlahan membaik, sudah tidak menangis lagi jika mengingat suatu hal. Mungkin ini bisa terjadi karena semester lalu, semua kesedihan telah dihadapi, dan seakan akan memperoleh hikmat baru untuk menjalankan semester ini. Namun, ada salah satu teman saya yang membuatku menangis direntang waktu ini, saya tidak akan jabarkan tetapi perkataan ini sangat membuat hatiku tersinggung dan tidak bisa menahan air mata dengan mencoba berpikiran positive. Aku sangat mudah menangis, bagaimana tidak saat itu perkataan yang dilontarkan tak bisa kulawan, walaupun berusaha kujelaskan, entahlah memang niat orangnya menyinggung atau bagaimana. Hati kecilku tetaplah merasa ini tidak enak, sakit, dan emosiku terkuras. Diperjalanan pulang keasrama airmataku sudah jatuh, tetapi puncaknya ketika naik dilantai 3 kamarku, aku memeluk salah satu teman perempuan sekelasku, aku tahu dia mengerti pergumulanku karena dia sering mengucapkan semangat untukku. Aku hampir jatuh dan menangis kencang, tapi aku sangat lega memeluknya bahkan setelah itu, 3 teman perempuan sekelasku juga mendengarkan ceritaku dikamarnya dan mengantarkan aku kembali kekamar ku. Singkatnya, mataku yang mungil ini bengkak dipagi harinya, aku malu tapi sudah berusaha kukompres tapi itu tetap bengkak bagaimana tidak mataku tetap menangis hingga setengah 2 pagi. Jahat ya orang orang… tapi, entah siapa yang membentuk hatiku aku ingat orangnya lengkap dengan kejadiannya tetapi besok harinya, dialah orang yang bertanya kenapa mataku bengkak lantas kujawab, tadi malam menonton film korea dan sangat menguras air mata. Aku bahkan tidak sanggup membencinya, aku menerima baik tetap dia dihadapanku dan dihari hari berikutnya.
Agustus, bulan ini adalah fase yang harus saya terima, karena teman temanku akan pulang sedangkan, mahasiswa keseluruhan akan kembali kekampus. Disatu sisi saya senang, karena akan menemukan wajah baru disatu sisi sayapun menepi, karena teman temanku sudah pulang karena selesai dengan studinya. Tapi, saya tetap mengiklaskan keadaan itu… kuterima dengan baik, aku tetap tersenyum dan bangga mereka juga melalui hal sulit, selanjutnya adalah giliran saya dan beberapa teman teman lainnya yang akan berjuang. Saya juga bertemu adik adik cantik (keluarga cantik setiap angkatan, anak kampusku pasti tahu istilah nama cantik salah satu istilah kekeluargaan)
September, ada banyak penyesuaian, ada banyak ketidakcocokan dengan kondisi kampus yang berhenti karena korona dari aktivitas yang sebelumnya selalu dilakukan. Ada banyak kejanggalan dan harus tetap dimaklumi karena ini dampak korona yang nyata.
Oktober, ada beberapa persiapan yang kulakukan untuk november mendatang, aku mulai berbaur dengar adik adik prodiku karena kami sering bertemu disaung, dan seasrama. Selagi bisa, saya juga membantu menjawab beberapa pertanyaan mereka terkait matkul, atau hanya sekedar membagikan dokumen matkul saya disemester lalu .
di 15 oktober, sayapun juga ikut bertemu dilapangan dengan teman teman yang menggunakan toga loh alias wisuda, walaupun sebelumnya sempat berpikir tidak usah datang ternyata, eh saya malah menjadi salah satu yang ikut menantikan momen berfoto bersama mereka..
November, satu tahap lagi terealisasi, tetap menerima perjalanan dibulan ini dengan baik, dan sayapun sangat sering mengambil ib karena dengan pulang kerumah rasanya kita mendapat energi baru, bertemu orangtua. Biasanya saya ib setelah menyelesaikan kewajiban tiap sabtu untuk bimbingan tugas akhir.
Desember, saya sangat terharu melihat tanggal menunjukkan 1 desember dilayar hp. Syukur kepada Tuhan karena hari hari berat berhasil dilalui dan masih speechless ‘akhirnya bulan desember tiba, yang dipikiran adalah berkat natal, sukacita berlimpah dan rupanya saya berhasil penuh keiklasan untuk menjalani tahun ini, 12 bulan sudah survive. Terimakasih diri! tanpa melakukan hal hal konyol karena ingin menyerah waktu lalu.
Hampir setiap hari adik adik cantikku memberikan kata “semangat”, saya juga senang melihat adik adikku, dipertemukannya dengan sifat2 yang berbeda dan tetap sopan dan hangat.
Tidak menyangka, waktu berlalu dengan cepat, berlalu dengan semua kebahagiaan dan kesedihan, takut, dan kadang berpikir terlalu jauh terkait hari depan. Nyatanya, kasih Tuhan lah yang menolong dan harus kita jadikan sebagai penopang hidup. btw, saya juga akan libur lebih awal, karena tidak ada uas lagi, namun kembali kekampus ditanggal 2 januari, ups hihih tak apa.. jangan lupa desember harus dipersiapkan dengan hati tulus, semangat dan sukacita, jangan kita takut hari esok karena, hari esok memiliki kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari (tertulis dialkitab tapi aku lupa xixi).
Aku yakin semua hal baik yang seharusnya untukku tidak akan melewatkanku, dan semua hal yang tidak seharusnya untukku pastilah tidak akan bertemu jalan untuk menemuiku. Cepat ada yang dikejar, dan lambat ada yang ditunggu. Semua ada prosesnya, semua jatuh bangun dan tidak indah jika hidup harus dijalani keadaan flat. Mari kita syukuri setiap hari, bagian yang terbaik telah dirancangkan untuk kita. aku belajar jika tahun ini aku sangat belajar memiliki keiklasan hati untuk setiap jalan hidupku yang Tuhan kasih. Aku tau dengan keiklasan hati untuk menerima semua yang terjadi dihidup ini pasti akan terbayar dan hati kita lebih lapang, pikiran kita lebih terbuka dan kita memang sedang tumbuh untuk menjadi kuat, sabar, dewasa.
Oiya semoga akhir tahun ini boleh kita lalui selalu dengan kebaikan dan kemudahan.. semoga harimu lebih baik dan bulan ini membawa sukacita baru dari setiap kerinduan hati kita. Tuhan berkati, semangat! Hari hari berat ditahun ini pun bisa kita lalui…
Selamat menyongsong hari natal dan tahun baru teman teman…